Tampilkan postingan dengan label Story of Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story of Me. Tampilkan semua postingan

Cinta Allah dan Rosul

Ya Allah, dengan izinMu,

Telah banyak yang aku lalui
Hingga pernah resah jiwa ini
Hingga pernah gelisah hati ini
Cinta dunia pernah merantai hati
Walau tidak pernah kuzahiri
Dalam sederap langkah perjalanan hidupku

Jika dulu telah Engkau izinkan
Aku merasai kehangatan kasih dalam alpa
Jika dulu Engkau benarkan
Aku menikmati rindu adam kepada hawa
Jika dulu Engkau biarkan
Aku di dalam bahagia yang sementara
Cukuplah wahai tuhanku!

Kerana di sebalik semua itu
Aku pernah kehilangan cintaMu
Pernah gersang jiwaku
Pernah tandus imanku!
Derita itu merobek ketenanganku
Hatiku yang telah retak semakin retak
Solatku tiada lagi khusyuknya
Rukukku tiada lagi ikhlasnya
Sujudku bersama fikiran yang melayang entah ke mana
Tahajjudku sudah tiada serinya
Munajatku sudah hilang air matanya!
Imanku longlai untuk berkata-kata!

Dan Ya Allah
Setelah semua itu aku lalui
Dengan penuh susah, jerih dan payah
Kugagahi jua langkah lemah ini
Berbekal harapan yang tidak pernah mati
Akhirnya kutemui cintaMu yang hakiki
Manisnya kurasai
Bahagia dan ketenangan abadi!

Bersama setiap sedutan nafas
Beriramalah tasbih, tahmid dan takbir
Hati ini bahagia dengan mengingatiMu
Hati ini derita bila melupaiMu
Engkaulah Kekasih dan cinta hatiku
Sekalipun tidak
Aku berasa kecewa kerana dikecewakan
Bahkan hati yang retak kembali pulih
Hati yang merana kembali damai
Hati yang sirna kembali menyinar!

Syukurku padaMu tuhan!
Atas segala kurniaan
Nikmat rasa cinta yang cuma sedikit padaMu ini,
Jangan Engkau lenyapkan,
Jangan Engkau kuburkan
Tapi, suburkanlah cintaku padaMu tuhan!
Biarkan hati ini
Terus mengharap, berpaut dan bergantung padaMu
Kurniakan kepadaku
Sekeping hati yang kuat
Agar ia terus hidup di dalam cahayaMu
Selamanya! :)

posted under | 0 Comments

Masih Ada Cinta Dihatiku

Aku sudah terlalu tua untuk turun dijalanan. Tubuhku semakin lemah. Tulang dan lidahku kaku, bosan mencaci. Lambat laun, suaraku mulai serak. Tanganku tak lagi mampu lemparkan batu. Menggenggam bambu dan sebilah kayu. Menerjang pagar kawat berduri. Menjebol gerbang gerbang besi. Membongkar jajaran laskar berseragam hitam.

Aku, tak kuat lagi. Berlari. Menyeret spanduk, tunggang langgan dikejar peluru senapan. Dan akhirnya ambruk. Mengerang. Meraung. Seperti babi tertembak. Di injak-injak. Tanpa harga diri. Diseret. Ditendang seperti binatang.


Serupa hujan tadi sore, ingin kucurahkan mendung menggantung dimataku. Ketika hati nurani tak mampu berdiri sendiri, para orang tua mulai pikun. Bocah-bocah sariawan menelan makna sebuah perjuangan. Pengorbanan tinggalkan kenangan yang dirayakan dengan pesta pesta. Tumpahan darah hanyalah kekacauan sejarah silam. Kelam dalam riwayat-riwayat sekarat ditangan penguasa. Sebab sejarah adalah milik penguasa bersama citranya.

Sungguh malang ingatan-ingatan sebatas tangan megenggam pedang. Serupa kawanan iblis berbaris disuguh asap kemenyan. Kemana arah mata memandang, menyantap rakus. Buas dan haus, laksana serdadu Buyar dari tangsi tangsi, selepas tunaikan tugas mulia dari mata kepala yang menggelinding kebawah dada.

Mataku lelah menjadi saksi mengalirnya darah beberapa tahun lalu. Bersama darah darah yang meresap kedalam retakan tanah delapan windu lamanya menjadi angker. Menorehkan sejarah panjang dalam catatan catatan yang mulai dilupakan.
Kini biar kutempuhi jalan diam dijeruji hati. Tak lagi ahli strategi atau tukang teriak di garda depan demonstran. Biarlah aku menjadi petani yang masih tetap mencintai negeri ini. Dengan sepenuh hati.

posted under | 0 Comments

Pengaduan Malam Asyura

Dalam renungan rundung berbalut selimut pada-Mu aku bersujud. Di belenggu remang atas pembaringan sebuah tanya pada siapa pengaduan terluruh. Tak lain hanya tuhan;ku bukan kayu sekutu iblis berbatu.



Di balik selimut kuterjemahkan ayat dalam gerak lantunan dzikir embun malam. Diluar gairah pasrah. Keutuhanabadi pada kesatuan memisah ruh dan jasad. Sedang lemah tubuhku tergeletak serupa mawar di atas kubur kala angin mendengkur.


Syair-syair seribu syair gaduh. Runtuh dalam tafakur, takjub keagungan dalam doa meminta-minta selayak pengemis hina. Menghinakan diri dalam doa. Di dalam doa, hina tanpa pendekatan. Serakah mengangkangi sejuta pinta.

Panjang hembus nafasku menyapu batang keimanan bersatu. Mengekal beku sebongkah jiwa dalam bentangan langit semu. Langitku-langitmu. Langit tak terjangkau pucuk sejengkal akal kedinginan kala senyap di kemarau tak bertuhan.

posted under | 0 Comments

Hampa

Berawal dari sebuah mimpi bersama 
Dan berakhir menjadi kotak kosong yang penuh dengan hayalan. 
Yang terkadang membawa kita kepada angan - angan yang tidak jelas arah tujuan, 

Seperti halnya sebuah batu yang tertanam di jalanan, 
Keras tapi semakin lama semakin terkikis karena hujan dan panas.

Entah sebuah cobaan atau sebuah karma 
dan Berharap hal ini tidak sia - sia

Doaku sepanjang malam
Berharap semua ini menjadi terang benderang
seperti halnya lampu jalanan yang menyinari sepanjang malam
Dan matahari yang menyinari sepanjang siang.

Aku ingin hidupku lebih berguna untuk diriku sendiri dan untuk orang lain
Aku ingin terbang bebas ke angkasa, bebas terbang kemanapun aku pergi

Tapi...

Aku merasa hal ini adalah sia - sia belaka.
bagaikan burung dalam sangkar yang tidak bebas terbang kemanapun yang aku mau.

tuhan..
Jika aku boleh meminta, tolong ubahlah kehidupanku ini lebih bebas

Sekarang aku hanya bisa berusaha dan berusaha.
Dan berharap hari yang terang esok akan datang. :)

posted under | 0 Comments
Beranda
  • Story of Me

Me

Foto saya
Depok, Jawa Barat, Indonesia

Followers


Recent Comments